Detail Artikel

Image

Belajar Terus, Tapi Kok Bahasa Inggrisnya Gitu-Gitu Aja?

“Anak sudah ikut les, hafal banyak kosakata, tapi waktu disuruh ngomong kok masih bingung?”

“Anak rajin kok belajarnya, tapi kenapa ya dianya sendiri merasa nggak bisa?”

Mungkin moms and dads familiar atau pernah punya pertanyaan yang sama dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, nih. Tidak heran, ya, mengingat goal belajar Bahasa inggris tentu saja untuk fasih dan mampu menggunakan Bahasa tersebut dalam kehidupan nyata. Apalagi di era ini, Bahasa inggris menjadi salah satu kunci penting untuk mengakses banyak hal seperti sumber bacaan, sarana hiburan, sampai mencari pekerjaan. Maka perlu dan penting menyiapkan dan atau membangun skill berbahasa anak sejak dini.

Lalu apa yang salah dan harusnya gimana, sih? Kita bahas satu persatu, ya!

Terlalu Fokus ke Input Bahasa Inggris

Bak sedang belajar bermain gitar, belajar berbahasa juga memerlukan konsistensi untuk berlatih agar mahir. Di kelas, biasanya kegiatan belajar mengajar akan berfokus ke input (reading and listening) dan output (speaking and writing). Namun, apakah di luar kelas anak mau mempraktikkan vocabulary yang selama ini sudah direkam dalam kepalanya?

Kalau kata clapingo.com, “You may read articles daily but never try writing your own.” atau “You watch English movies but avoid speaking in real life.”

Jadi, yuk, belajar aktif dengan mempraktikkan apa yang selama ini sudah dipelajari! Takut salah? Nah, ini nih poin keduanya.

Takut Membuat Kesalahan

Salah satu penghambat terbesar dalam belajar apapun adalah tidak percaya diri.

“duh, gimana ya kalo aku salah? Nanti aku malu!”

Why do they feel not confident? Salah satu alasannya mungkin karena anak pernah dipermalukan karena Bahasa inggrisnya belum lancar atau langsung disela/dikoreksi saat ia membuat kesalahan. Hal ini tentu bukan PR yang mudah, ya, bagi anak maupun orang tua yang mendampingi perkembangannya. 

Ada sedikit tips nih untuk mengatasi hal ini, coba berlakukan ‘time and place’ untuk berlatih Bahasa inggris. Misalnya, saat anak di rumah dan meminta tolong sesuatu, wajibkan menggunakan Bahasa inggris.

Contoh:

Wajib Bahasa inggris saat minta screen time – “mom, can I get screen time?”

Wajib Bahasa inggris saat minta tolong – “mom/dad, can you help me, please?”

Kurang Motivasi dalam Diri Sendiri

Bagi beberapa orang atau anak, belajar tuh kurang menantang memang ya kalau nggak ada goal atau tujuan nyatanya. Hal inilah yang juga bisa menjadi penghambat munculnya improvement saat belajar berbahasa. Untuk mengatasi hal ini, bisa siasati dengan mulai belajar dari hal-hal yang anak sukai. Mulai banyak menonton kartun berbahasa inggris, membaca komik singkat berbahasa inggris, sampai mendengarkan lagu. 

Selain itu, bisa juga membuat goals realistis dalam jangka pendek, seperti: “Aku akan menghafalkan 10 kosa kata baru dan mempraktikannya dalam kalimat sehari-hari”

Belajar bahasa memang agak tricky, ya—perlu kesabaran, konsistensi, dan lingkungan yang mendukung. Anak butuh waktu untuk merasa nyaman dan percaya diri menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.

 

Sebagai orang tua, kita bisa jadi pendamping terbaik mereka: memberi ruang untuk mencoba, memuji usaha kecil, dan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan di rumah.

Fasih itu bukan berarti langsung sempurna, tapi mulai dari berani mencoba. Dengan dukungan dan contoh positif dari orang tua, kemampuan bahasa anak akan tumbuh pelan-pelan—dan hasilnya, akan terasa luar biasa nanti.

Mulai belajar Bahasa inggris sekarang bersama Dipa Learning Center.

Referensi:

20 Reasons Why Your English Isn’t Improving (And How to Fix It) | Clapingo

 

Wah menarik sekali yaa!

 

Tunggu apa lagi, yuk buruan daftar kursus di Dipa Learning Center!

 

Belajar jadi lebih seru dan fokus hanya di Dipa Learning Center ✨️

 

 

 

Coba kelas gratis di 👇

 

Instagram: @dipalearningcenter

 

WhatsApp

 

TC Sawojajar: http://wa.me/628113646869

 

TC Dinoyo: http://wa.me/628113656869

 

 TC Sukun: http://wa.me/628113786879

 

 

Click here and get free class now!